Sekalinya nulis lagi, topiknya berat.
Hari ini memang direncanakan untuk ngopi bersama Cyn di salah satu gerai kopi ternama di daerah Araya. Cyn belajar topik jurusannya, aku pun latihan soal TPA. Sejam berselang, ada anak cowok kisaran umur 14-15 tahun duduk berjarak 1 kursi denganku. Badan sebelah kanannya banyak luka babras. Mulai dari wajah, lengan kanan, kaki kanan bahkan tangan kiri juga terdapat luka. Asumsiku? Mungkin habis jatuh dari motor. Dia kelihatan menahan sakit sambil ngeliatin layar hp nya yang retak-retak. Aku kirim whatsapp ke Cyn, intinya kami kasihan dan pengen nolong.
"Habis jatuh ta?"
"Iya"
"Jatuh di mana? Diserempet?"
"Iya mbak, diserempet mobil tapi kabur gak bertanggung jawab di situ", sambil menunjuk ke arah traffic light dekat gerai kopi
"Terus ini kamu sudah pesan?"
"Belum mbak, masih nunggu balasan"
Yang kemudian aku tau kalo dia kerja sebagai salah satu driver gojek.
Karena kasian, Cyn dan aku menawarkan untuk berobat di RS seberang tapi anak itu menolak. "Takut bayar lagi, mbak. Sudah ndak usah"
Sudah kami coba bujuk dan sampaikan bahwa dia nggak perlu khawatir terkait biayanya, tapi tetap menolak.
Akhirnya aku beli air minum, spray antiseptik, dan ointment untuk luka di supermarket sebelah. Sambil nitip Cyn kalo-kalo gak nutut dan si anak sudah pergi.
Eh benerrrr, pas sudah mau bayar di kasir, "Ran, anaknya pergiiii"
Yaaa kupikir ya sudah gak nutut, mau kukembalikan barang-barang yang sudah kuambil.
Cyn kirim chat lagi, "Eh gak jadi, dia masuk lagi"
Buru-buru kubayar barang-barang tadi, sampai uang kembaliannya kutinggal dulu daripada si anak pergi lagi.
"Sini yuk, tak bantu bersihkan lukanya."
Si anak nurut tak ajak ke toilet, tak bantu bersihkan lukanya sambil nahan sakit. Kasiaaan :''''(
Kucoba bersihkan sebisaku pakai air mengalir, semprot antiseptik lalu dioles ointment.
"Sudah pesan tadi? Banyak gak pesanannya?", maksutku kalau dia naik motor dan pesananannya lebih dari 4 gelas kan ribet juga bawanya. Mana sambil nahan sakit habis jatuh kan.
"Banyak mbak, sampai 80 ribu lebih"
Dari situ aku berasumsi kalau dia sudah pesan. Oke, berarti tinggal tunggu kan ya.
"Kamu sekolah?"
"Iya mbak"
"Sekolah di mana? Kelas berapa?"
"Di SMK 8, mbak. Kelas 1"
Beres rawat luka, balik duduk lah dia di kursi sebelahku. Aku balik ke supermarket mengambil uang kembalian, pas Cyn chat lagi,
"Raaaan, anaknya mimisaaaan! Gimana iniiii?"
Jadi teman-teman sekalian, kalau ada orang yang barusan jatuh apalagi kita curiga ada benturan kepala, maka ada beberapa hal yang perlu dicermati. Misalnya ada perdarahan dari hidung atau telinga kah, ada lebam di daerah mata kah, merasa pusing berkunang-kunang pandangan kabur kah, ada rasa ingin muntah atau bahkan sudah muntah kah, setelah jatuh sempat tidak sadar kah. Nah beberapa hal tersebut perlu kita amati atau tanyakan kepada orang tersebut, hal ini berkaitan dengan dugaan terjadinya cedera kepala ringan-sedang-maupun berat. Beda ceritanya kalau jatuh cinta ya :)
Balik ke gerai kopi, eh iya dia lagi ngusap hidungnya yang mimisan. Kuambilkan tisu sambil nanya, "Terasa pusing berkunang-kunang gak kamu? Pengen muntah?"
"Cuma agak pusing aja, mbak"
"Hmm pesananmu sudah?"
Diem dia gak njawab, masih ngusap hidungnya yang mimisan.
"Coba bapak ibumu dikabari, dek" kata Cyn.
"Nggak usah mbak, nanti aja"
"Sini nggakpapa aku bantu telponin kah?"
"Nggak mbak, nggakpapa nanti aja daripada khawatir"
Ya sudah aku dan Cyn mentok juga mau ngomong apa lagi.
Kurang lebih 10-15 menit kemudian dia pamit pergi duluan.
Kubilang untuk bawa air minum dan lainnya yang kubelikan tadi supaya dia bisa pakai untuk obati luka di rumah nanti.
Begitu dia sudah pergi, Cyn baru cerita kalau daritadi dia belum ke konter untuk pesan.
Aku pikir juga kok lama banget nama/pesanan dia nggak dipanggil-panggil. Apa mungkin pelanggannya membatalkan pesanan karena dia terlalu lama atau gimana, ya kami nggak tau sih.
Tapi beneran kasian. Masih kecil, sudah berusaha bekerja, eh kok ya dapet musibah :(
Mengesampingkan siapa yang salah saat kejadian di traffic light -- entah dia yang motong jalan saat belok atau gimana-- tapi kalau memang ada yang jatuh, coba tolong dibantu selagi mampu.
Inti ceritaku hari ini adalah, kalo di sekitar kalian ada mereka yang membutuhkan bantuan maka nggak ada salahnya untuk membantu. Nggak ada salahnya jadi orang baik di dunia yang sudah cukup kejam ini (menurutku hehe).
Apalagi kalau kalian mampu. Mampu di sini nggak melulu soal materi ya, tapi juga mampu atau ada kesempatan untuk membantu. Ayo lebih peka ke sekitar kita :)
Sumber Gambar : IG @nkcthi



