Wednesday, July 11, 2012

3 days with mom and laras II


Salmon fillet something

Lupa namanya. Itu nasi dikasi keju mozarella trus ada udang goreng dibungkus smoked beef dan lalu dipanggang. Soooooooo yummy!

Prawn something

Hari ketiga iseng-iseng ke rumah mbok. Sebelum berangkat njajan dulu ke toko kue Palms. Lokasinya di jl. Hasanudin. Gak tau itu dimana? Yaudah. Di sana kuenya enak-enaaaak. Tampilannya juga cantik dan bersih. "Miyayeni", kata mama.

Cemilan petualang

Semuanya enak dan bikin nagih

Rumah mbok itu pabrik gula kebon agung masih teruuuus. Sebenernya aku ato mama gak terlalu titen jalan ke rumah mbok. Yang diinget cuma ada gang kecil yang kalo masuk ntar nemu masjid. Alhasil kita nyasar, malang megung kemana-mana sampe 2 jam an. Tapi akhirnya nemu juga sih trus langsung ketawa bahagia gitu hahahahaha bengguk!

Mbok sama mama


Nah ini! Eyang yut dari mama. Kepala suku Soemodisastro. Usianya udah 95 tapi masih sehat. Kadang seminggu di pasuruan trus seminggu kemudian udah di surabaya. Iya eyang emang suka jalan-jalan. Semoga eyang panjang umur sehat selalu biar bisa liat aku jadi dokter :)




Tiga hari sama mama sama laras penuh bahagia canda tawa dan kejutan hahahaha apa banget. Etapi bener sih hehe pokoknya seneeeeeeng :')

3 days with mom and laras I


Tom yam. Makanan kesukaan mama

Salad.....something haha

Thainam

Gaya andalan Laras



Rosehip and cherry tea

Bloom's tea. Ini kaya ada jahenya gitu, jadi angeeeet plus enak di tenggorokan

Monday, July 9, 2012

Ambisi

Barusan baca artikel tentang partikel Tuhan. Fisikawan udah neliti dari 1964 untuk nemuin partikel ini. Dan sejauh ini baru 5 dari 6 partikel yg ditemukan. Apa itu partikel Tuhan? Secara singkat dijelaskan bahwa partikel Tuhan itu partikel yg membawa gaya. Nah gaya inilah yg turut andil dalam terciptanya alam semesta. 

Di Alkitab pernah diceritakan tentang manusia yang membangun menara yang begitu tinggi. Namanya menara Babel. Menara ini dibuat setinggi mungkin dengan target untuk bisa menyamai kedudukan Allah, yang diyakini berdiam di ketinggian langit. Mengetahui ini Allah murka dan lalu membuat mereka yg membangun ini tercerai-berai dan tidak bisa memahami bahasa mereka satu sama lain. Menara Babel pun gagal dibangun.

Yang aku soroti disini adalah manusia semakin cerdas. Menurutku hal ini cukup menimbulkan dampak positif maupun negatif. Di satu sisi manusia benar-benar menggunakan kecerdasannya untuk memahami jagat raya. Di sisi lain entah kenapa semakin terlihat berambisi untuk menyamai Tuhan. Dan ketika ambisi ini memuncak, yg aku takutkan adalah (lagi-lagi) Tuhan murka.