Tadi aku habis ikut acara Training of SIBI yang diadakan MSCIA Brawijaya. Isinya seminar sama talkshow tentang tuna rungu wicara gitu. Oya ada latihan bahasa isyarat juga lho! Btw ini tumben banget aku ikut seminar, mana hari minggu pula. Biasanya juga ngebo dirumah. Iya, gak mutu banget hidupku. Hiks
Acaranya dikemas cukup menarik. Diawali dengan seminar yang dibawakan oleh dr.Ahmad Dian, Sp.THT-KL. Nah aku mau cerita dikit nih, itung-itung bagi ilmu hehehehe.
Sebenarnya dibedakan menjadi 2, yaitu language disorders dan speech disorders. Bedanya apa? Kalo language disorders, penderita bisa mendengar suara tetapi tidak paham. Sedangkan pada speech disorders si penderita tidak mendengar maka tidak paham. Inilah yang dikenal sebagai tuna rungu wicara. Disamping itu penyebab deafness ini bisa congenital bisa juga acquired/didapat. Pada congenital deafness yg sebagian besar merupakan gangguan sensorineural, biasanya disebabkan 'masalah' kehamilan pada trimester pertama. Makanya ibu hamil harus bener-bener menjaga kesehatan serta konsumsi saat trimester pertama. Nah para dokter menyarankan untuk melakukan screening lengkap ketika bayi baru dilahirkan, termasuk screening untuk pendengaran. Karena semakin dini dideteksi, maka keterlambatan bicara bisa lebih awal ditangani dan tidak semakin parah. Jika bayi atau anak ternyata positif menderita, hal ini bisa ditangani dengan penggunaan alat bantu dengar serta dilakukan pelatihan bicara terus menerus bagi penderita. Serta bisa juga menggunakan bahasa isyarat jika tidak menggunakan alat bantu dengar. Sebenernya bisa juga dilakukan Cochlear Implant, tapi harganya setara sama mobil innova. *kunyah duwit*
Setelah seminar, acara berlanjut ke talkshow. Jadi tadi ada 2 penderita tuna rungu wicara yg didampingi guru sama orangtuanya gitu. Setelah talkshow selesai, lanjut ke latihan bahasa isyarat. Mulai dari abjad, angka, sampe cara ngomong. Tapi masih seputar kedokteran gitu macem anamnesa. Nanya namanya siapa, sakitnya apa, sejak kapan gitu-gitu deh. Aku belajar memperkenalkan diri juga lho!
Yang berkesan hari ini adalah penderita tuna rungu wicara yg di talkshow itu gak merasa malu atau minder. Mereka malah semangat banget belajar buat mewujudkan cita-cita. Mereka yg dengan segala keterbatasannya itu masih mau berjuang nunjukin kalo mereka juga bisa. Trus, apakabar kita yg lebih beruntung dibanding mereka? :)
